| Administrator

Card Image

RSUD Soewondo – Pati (08 Februari 2025). Bupati Pati terpilih, Bapak Sudewo, ST., MT, mengunjungi rumah sakit masyarakat Kabupaten Pati, RSUD RAA Soewondo Pati.

Pada hari Sabtu jam 13.30 WIB, Pak Sudewo tiba di rumah sakit dengan mengenakan baju batik adat Kota Pati yang didampingi beberapa orang di sampingnya.

Dengan pendampingan yang dilakukan oleh Plt. Direktur yang diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural, dr. Susi, dr. Rina, dan dr. Manurung, Pak Sudewo berkeliling untuk meninjau ruangan-ruangan diantaranya Hemodialisa, Poliklinik Rawat Jalan, dan Rawat Inap.  

Setelah melakukan kunjungan di beberapa ruangan, seluruh tamu dan manajemen pindah di tempat pertemuan Ruang Seruni LT 4 Gedung Medik.

Didalam pernyataanya, Pak Sudewo menyatakan harus ada perubahan positif di lingkungan rumah sakit, mengingat RSUD Soewondo Pati memiliki predikat kelas B yang menjadikannya rumah sakit rujukan regional Pantura bagian timur yaitu Kabupaten Blora, Rembang, Jepara dan Kudus.

“Secara logika, di lima kabupaten ini, RSUD Soewondo harus lebih baik dari 5 kabupaten lainnya, tapi kenyataannya tidak. Mempertahankan status sebagai rumah sakit rujukan harus dengan prestasi dan pelayanan sebaik-baiknya,” tegas Pak Sudewo.

Karena jika tidak dengan prestasi yang baik pelayanannya, status rujukan regional Pantura akan dicabut. Kita tidak akan bisa terus mengandalkan lobi pendekatan dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat karena yang berbicara adalah fakta serta obyektifitas dengan prestasi yang dicapainya.

"Sudah tidak ada jamannya lagi main lobi Provinsi dan Pusat untuk mengamankan kelasnya agar tidak dicabut.  Mestinya Soewondo dengan kelas B bisa mendapat pemasukan hingga 225 milyar per tahun. Namun kenyataannya hanya bisa mendapatkan 120 milyar pertahun," jelasnya.

Dirinya menilai ada problem disini dan ada yang salah yang terjadi di Rumah Sakit Soewondo.

“Di era kepemimpinan saya di Kabupaten Pati, hal ini tidak boleh terjadi. Seperti yang disampaikan oleh Direktur, jumlah pegawai ada sekitar 1.200 tentunya sangat membebani Rumah Sakit Soewondo, tentunya juga membebani dokter. Seharusnya kesejahteraan dokter, perawat, dan admin bidan bisa lebih tinggi, namun karena jumlah pegawai disini terlalu banyak, dampaknya menggerus kesejahteraan yang didapat pegawai,” tutupnya.

Sebelum melakukan kunjungan, Bupati Pati terpilih periode 2025 s/d 2029 memerintahkan dokter Susi Herawati untuk melakukan konsolidasi dengan pihak