Tambahan Kasus Positif Influenza H1N1 Sebanyak 35

Oleh : admin | Pada : Selasa, 22 Desember 2015 | Dibaca : 1220 kali

Di Indonesia, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 sampai tanggal 30 Juli 2009, berjumlah 479 orang terdiri dari 266 laki-laki dan 213 perempuan. Tambahan kasus tanggal 29/07/09 sebanyak 35 orang (14 laki-laki dan 21 perempuan). Mereka berasal dari 11 provinsi yaitu Bali (2 orang ), Banten (4 orang ), DKI Jakarta (8 orang), Jawa Barat (5 orang), Jawa Tengah (4 orang), Jawa Timur (1 orang), Yogyakarta (4 orang), Kalimantan Timur (1 orang), Kepulauan Riau (2 orang), Sulawesi Selatan (1 orang) dan Sulawesi Utara (1 orang).

Hal itu disampaikan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes tentang perkembangan kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia sampai tanggal 30 Juli 2009. Tambahan kasus tersebut, 32 orang merupakan Warga Negara Indonesia dan 3 orang lainnya Warga Negara Asing. Sepuluh orang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri yaitu: 4 orang ke Singapura, 2 orang ke Malaysia, 2 orang ke Australia, dan masing-masing 1 orang ke Kanada dan Thailand), 10 orang lainnya tidak jelas riwayat perjalanannya dan 15 orang tidak memiliki riwayat ke luar negeri, kata Prof. Tjandra. Kasus positif influenza A H1N1 sampai (30/7/2009) masih tetap di 15 provinsi yaitu: Bali, Banten, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Jambi. Masyarakat dapat mencegah penularannya dengan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, papar Prof. Tjandra. Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR). Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra. Data kasus berdasarkan tanggal pengumuman yaitu 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus), 13 Juli (22 kasus), 14 Juli (26 kasus), 15 Juli (30 orang), tanggal 16 Juli (15 kasus), 20 Juli (15 kasus), tanggal 22 Juli (67 kasus), 23 Juli 2009 (83 Kasus), 24 Juli 2009 (21 Kasus), 25 Juli 2009 (19 kasus) dan 26 Juli 2009 (38 kasus), 27 Juli 2009 (16 kasus) dan 28 Juli 2009 (28 kasus), dan 29 Juli (35 kasus). Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail [email protected], [email protected], [email protected]