Fakta Menarik Dibalik Mitos Seputar Mie Instan

Oleh : Admin | Pada : Rabu, 12 April 2017 | Dibaca : 867 kali

Berikut ini fakta menarik dibalik mitos seputar mie instan


1. Mitos : Merebus mie instan bersamaan dengan bumbunya diatas 120 derajat celcius dapat menyebabkan kanker. 
MSG (Mono Sodium Glutamat) yang terdapat pada bumbu mie instan jika dimasak pada suhu diatas 120 derajat celcius akan berpotensi menjadi karsinogen dan dapat menyebabkan kanker.
Fakta:
1. Sampai saat ini belum ada bukti bahwa dalam MSG yang digunakan pada bumbu mie instan mengandung karsinogen. Karsinogen adalah produk turunan ketika MSG dimasak pada suhu diatas 120 derajat celcius.
2. Merebus mie instan tidak perlu mencapai angka 120 derajat celcius. Titik didih air hanya 100 derajat celcius, bahkan di daerah pegunungan dengan tekanan udara relatif rendah, air mendidih bisa tidak mencapai 100 derajat celcius. Suhu 120 derajat celcius bisa kita dapatkan jika kita memasak dengan tekanan tinggi seperti menggunakan pressure cooker. Masalahnya jika kita memasak mie instan dengan pressure cooker hasilnya mie pasti akan hancur (aka blonyoh).

2. Mitos : Pada mie instan terdapat kandungan lilin.
Mitos ini muncul karena salah tafsir mengapa mie instan tidak menempel saat dimasak sehingga menimbulkan dugaan bahwa pada mie instan terdapat lapisan lilin.
Fakta : Mie instan tidak menempel bukan karena lilin, melainkan karena kandungan minyak yang terdapat pada mie yang terlepas ketika dimasak. Dalam proses produksi, mie instan melalui proses deep frying yang bertujuan untuk mengurangi kadar air dan membuat mie tahan lama. Dalam proses inilah minyak terserap ke dalam adonan mie dan terlepas kembali ketika dimasak.

3. Mitos : Air rebusan mie instan berbahaya.
Anggapan ini banyak beredar di masyarakat, banyak yang beranggapan bahwa air rebusan mie instan banyak mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh sebagai akibat dari proses perebusan mie instan. Karena anggapan inilah banyak yang menyarankan untuk mengganti air rebusan pertama dengan air rebusan yang baru.
Fakta : Prof.Dr.F.G Winarno., menjelaskan di dalam air rebusan mie justru mengandung zinc, vitamin, zat besi dan betakaroten yang dibutuhkan tubuh. Zat-zat gizi yang terkandung dalam mie instan akan terlarut ke dalam air ketika proses perebusan. Membuang air rebusan pertama dan mengganti dengan air rebusan baru sama saja membuang gizi dan vitamin yang terkandung di dalamnya.

4. Mitos : Makan mie instan dan nasi agar lebih kenyang. Resep ini pasti sangat dekat dengan anak kost apalagi bila sudah mendekati akhir bulan. Selain murah, makan mie instan dan nasi juga mengenyangkan.
Fakta : Mie instan dan nasi sama-sama memiliki kadar karbohidrat tinggi. Kebutuhan karbohidrat seseorang rata-rata 1.700 - 2.000 kalori/hari. Sedangkan kadar karbohidar sebungkus mie instan dapat mencapai 400 kalori dan kalau ditambah dengan nasi putih kadar karbohidrat dapat mencapai 800 kalori. Selain itu duet mie instan dan nasi dapat meningkatkan gula darah pemicu diabetes.

5. Mitos : Mie instan gudang bahan pengawet. Sudah bukan rahasia lagi kalau makanan kemasan yang beredar di Indonesia sebagian besar mengandung bahan pengawet. Itu sebabnya banyak yang beranggapan mie instan mengandung banyak bahan pengawet sehingga dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Fakta : 
1. Indonesia memiliki regulasi yang cukup ketat terhadap penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP), termasuk bahan pengawet yang tertuang dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No.36 tahun 2013 Tentang Batas Maksimum Penggunaan BTP Pengawet. Jika sebuah produk makanan sudah lulus BPOM berarti makanan tersebut sudah masuk kategori aman.
2.  Mie instan dapat bertahan lama ternyata bukan karena bahan pengawet kimia. Seperti sudah dijelaskan di atas, dalam proses produksi mie instan melalui proses penggorengan deep frying, dengan suhu 140-160 derajat celcius. Dengan tingkat suhu yang begitu tinggi dapat dipastikan tidak ada mikroba yang dapat bertahan hidup, dan kadar air turun hingga tinggal 3%. Mie menjadi kering dan tidak ada mikroba, itulah yang membuat mie instan tidak mudah membusuk.

6. Mitos : Warna kuning pada mie instan merupakan hasil dari bahan pewarna. Mitos yang satu ini bisa dikatakan benar adanya, warna kuning pada mie instan memang didapat dari penambahan bahan pewarna tatrazine.
Fakta :
 Tatrazine adalah pigmen food grade yang telah mendapat ijin penggunaan pada makanan secara internasional oleh Codex Alimentarius dan World Health Organization. Di Indonesia sendiri penggunaan tatrazine juga sudah mendapat ijin dari BPOM RI. Karena tergolong food grade maka bahan pewarna ini relatif aman. Tatrazine juga tidak hanya terdapat pada mie instan, keripik, puding, sereal, minuman ringan, permen, yogurt dan lainnya juga menggunakan tatrazine.

Nah Sobat, itulah beberapa fakta menarik di balik mitos seputar mie instan. Walau ternyata faktanya mie instan tidak semenyeramkan mitos yang beredar, kita perlu memperhatikan dan membatasi konsumsi mie instan. Walau memiliki kadar karbohidrat cukup tinggi mie instan tidak bisa dijadikan sebagai pengganti nasi. 

Mengapa harus membatasi konsumsi mie instan?

1. Mie instan mengandung karbohidrat tinggi. Mengkonsumsi mie instan berlebih apalagi jika dicampur dengan nasi putih berpotensi membuat kadar karbohidrat melebihi kebutuhan tubuh. Kalori yang berlebih ini akan ditumpuk oleh tubuh dan menjadi lemak dan mengakibatkan kegemukan/obesitas, stroke dan jantung.
2. Karbohidrat yang terkandung di dalam mie instan akan diproses menjadi glukosa atau gula. Glukosa tersebut akan diproses insulin yang dihasilkan pankreas dan dirubah menjadi sumber tenaga. Jika kadar glukosa berlebihan, maka kerja pankreas untuk menghasilkan insulin pun semakin berat dan beresiko mengalami kerusakan. Ketika insulin tidak lagi dapat diproduksi, glukosa akan menumpuk di dalam tubuh dan memicu penyakit diabetes.

Oleh karena itulah kita perlu membatasi konsumsi mie instan, jumlah yang dianjurkan tidak lebih dari 3 kali dalam seminggu.

Jika kita perhatikan iklan-iklan mie instan yang beredar di media elektronik, kita pasti melihat sajian mie instan dengan irisan telur rebus, sayuran dan paha ayam. Ya, cara seperti itu memang sajian yang dianjurkan saat mengkonsumsi mie instan guna melengkapi kandungan gizi dan vitamin. Sawi sendok merupakan sayuran yang ideal ditambahkan pada mie instan yang Sobat masak, karena ada begitu banyak mafaat sawi sendok bagi kesehatan.

Semoga ulasan kami tentang fakta menarik dibalik mitos seputar mie instan ini dapat memberi wawasan bagi Sobat dibagiin semua.

Sumber