MSCT 128 SLICE PHILIPS INGENUTY

MSCT Scan 128 Slice Philips Ingenuity adalah generasi terbaru dari CT Scan yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi dan memberikan gambaran diagnostik yang lebih baik, khususnya untuk pemeriksaan organ  bergerak salah satunya jantung, dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup singkat dan menghasilkan gambar dengan resolusi yang baik dan lebih akurat.

Bahkan untuk pemeriksaan Jantung, MSCT Scan 128 Slice ini memiliki kemampuan dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup cepat / singkat untuk dapat menghasilkan gambar yang lebih akurat dan dengan resolusi yang lebih optimal.

MSCT yang dimiliki UPT RSUD RAA Soewondo Pati saat ini, dilengkapi berbagai perangkat lunak berteknologi mutakhir, antara lain adanya fitur colonoscopy, tracking urologi, adanya fitur rekonstruksi cerdas  yang memaksimalkan kualitas gambar, serta fitur Low Dose untuk pasien, juga dilengkapi dengan fitur emergensi yang memungkinkan pemeriksaan pasien dari IGD (Instalasi Gawat Darurat) dapat segera dilakukan secara cepat.

Indikasi pemeriksaan MSCT :

Berbagai kelaianan / gangguan dari beberapa jaringan maupun organ tubuh dapat di deteksi dengan pemeriksaan MSCT, dan sebagai penunjang diagnostik yang canggih, MSCT lebih sensitif pada indikasi kelainan-kelaian pada :

  • Jantung (misalnya : penyakit jantung koroner)
  • Angiografi (misalnya : malformasi vaskular, penyempitan vaskular)
  • Otak (misalnya : sumbatan vaskuler, perdarahan, tumor, infeksi)
  • Rongga dada (misalnya : tumor, infeksi, kelaian pada mediastinum)
  • Rongga perut (misalnya : kelaianan pada usus, hati, limpa, pankreas, saluran empedu, ginjal)
  • Telinga, Hidung dan Tenggorokan (misalnya : kelaianan pada tulang pendengaran, sinus paranasal, nasofaring, laring).
  • Ortopedi (misalnya : visualisasi patah tulang, pemeriksaan dinamik pada persendian)

Kontra indikasi MSCT :

Secara umum tidak terdapat kontra indikasi pada pemeriksaan MSCT, kecuali pemeriksaan yang memerlukan kontras media yaitu bila pasien yang alergi kontras media, atau fungsi ginjal yang buruk.

Bila pasien mempunyai kondisi / penyakit tertentu dibawah ini, harap menginformasikan kepada petugas kami :

  • Riwayat alergi
  • Penyakit jantung koroner
  • Hipertensi pulmonal
  • Epilepsy
  • Alkoholik
  • Ketergantungan obat
  • Renal insufisiensi
  • DM
  • Hyperthyroidism
  • Sedang dalam pengobatan biguanides (metformin)

Prosedur pelayanan Radiologi Rawat Jalan

  • Pasien atau keluarga membawa surat permintaan dari dokter umum atau dokter spesialis dan diberikan kepada petugas pendaftaran radiologi.
  • Petugas pendaftaran cek kelengkapan data pasien dan pemeriksaan yang diminta.
  • Petugas administrasi menjelaskan persiapan pemeriksaan, persyaratan administrasi dan jadwal pengambilan hasil rontgen.
  • Petugas administrasi radiologi melakukan pendaftaran dengan dengan SIMRS sesuai jenis pemeriksaan.
  • Pasien diberitahukan tentang besarnya biaya pemeriksaan, jika setuju petugas pendaftaran akan memasukkan data pasien ke dalam program billing dan manual serta memasukkan transaksinya.
  • Selanjutnya pasien diminta untuk menunggu panggilan pemeriksaan.
  • Petugas administrasi radiologi memberikan permintaan rontgen kepada radiografer sesuai nomor  urut untuk dilakukan pemeriksaan.
  • Selanjutnya pasien dipanggil oleh radiogarfer untuk dilakukan pemeriksaan sesuai dengan permintaan pemeriksaan.
  • Setelah selesai pemeriksaan petugas radiologi mempersilahkan pasien untuk pulang sambil memberitahu kapan rontgen bisa diambil

PHILIPS CT SCAN 128 SLICE

Kelebihan Philips CT Scan 128 Slice:

  • Philips CT Scan 128 Slice memiliki kapasitas tube yang besar (8MHU) serta cooling rate yang tinggi (1608 KHU/ minute) sehingga mampu melakukan pemeriksaan secara terus menerus, keuntungan bagi pasien, tidak perlu menunggu lama untuk dilakukan pemeriksaan.
  • CT Scan 128 Slice Philips memiliki Ultra High Reconstruction Matrix sampai dengan 1024 x 1024 matrix, memberikan hasil gambar yang tajam dan detail sehingga membantu Dokter / User dalam melakukan diagnosa, terutama untuk melihat kelainan yang memerlukan resolusi tinggi seperti Chest High Resolution, Inner Ear, Bone dan Spine.
  • Generator output yang besar (80KW) dan mA Range yang besar (20-665 mA) memberikan kemampuan melakukan pemeriksaan pasien obesitas.

 

Dilengkapi dengan software-software sebagai berikut:

  • Comprehensive Cardiac Analysis, software yang digunakan untuk memeriksa pembuluh darah jantung serta daya pompa jantung. Software dapat membantu user dengan melakukan segmentasi jantung secara otomatis dengan pembedaan warna pada segmen yang ada dan melakukan pengukuran (diameter, penyempitan, pelebaran, dll) pembuluh darah jantung secara otomatis.
  • Calcium Scoring, software yang dapat mengukur kadar kalsium dalam pembuluh darah tanpa menggunakan kontras.
  • Advance Vessel Analysis, software yang digunakan untuk melakukan analisa pembuluh darah secara menyeluruh (dari kepala sampai kaki), dengan kemampuan menghilangkan bagian tulang pasien hanya dengan one click sehingga meminimalisir proses yang perlu dilakukan oleh user serta melakukan pengukuran (diameter, penyempitan, pelebaran, dll) pembuluh darah secara otomatis.
  • Brain Perfusion, software yang digunakan untuk melakukan evaluasi pasien yang terkena stroke awal, dimana software dapat memetakan area otak yang mengalami kelainan aliran darah baik secara kuantitatif dan kualitatif dengan mengukur Cerebral Blood Flow, Cerebral Blood Volume, Mean Transit Time.
  • Virtual Colonoscopy, software yang dapat melakukan layaknya pemeriksaan colonoscopy, secara virtual tanpa perlu memasukan endoscopy ke dalam tubuh pasien (non invasive)
  • Lung Nodule Assestment, software yang digunakan untuk mendeteksi adanya nodul, mendiagnosa dengan cara mengukur volume nodul, dan dapat melakukan perbandingan / follow up perbandingan selanjutnya untuk mengetahui pertumbuhan / perkembangan nodul tersebut. 
  • Liver Analysis, software yang dapat digunakan untuk melakukan segmentasi liver dengan pembedaan warna dari 2 lobus sampai 9 lobus, dimana segmentasi ini membantu user untuk menentukan posisi dalam mengambil tindakan seperti mengukur pertumbuhan lesi, transplantasi liver, dll.

Layanan Digital Radiologi DD

(Direct Radiography Digital Diagnostik)

Satu lagi teknologi canggih terbaru di UPT. RSUD RAA Soewondo Patu yaitu Digital Diagnostic, pesawat digital radiologi dari Philips yang mempunyai fitur canggih untuk memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas kepada pasien.

Perbedaan penggunaan pesawat radiologi antara radiologi konvensional, Computed Radiography (CR) dan Digital Radiography (DR) adalah sebagai berikut :

Digital Radiography

  • Efisiensi waktu yang dikarenakan gambar radiograf dapat langsung tampak di monitor dalam hitungan detik setelah obyek di foto.
  • Gambar digital real time dapat di sharing ke berbgai tempat termasuk melalui internet kepada dokter
  • Hasil radiograf lebih akurat karena kekuatan sinar-x yang dikeluarkan disesuaikan dengan obyek yang di foto serta memungkinkan dilakukannya pengolahan gambar secara digital.
  • Dosis radiasi diukur secara otomatis menyesuaikan ketebalan tubuh yang difoto
  • Tidak memerlukan pencetakan film karena gambar yang dihasilkan dalam format digital yang mudah di share ataupun disimpan.

Dapat dihubungkan dengan data-data teks.

Digital / Radiografi Langsung (DR) adalah suatu bentuk sinar-x pencitraan, di mana detektor panel datar digunakan sebagai pengganti film. Dengan sistem DR gambar dapat dilihat di monitor segera setelah akuisisi, yang memakan waktu beberapa detik dan dapat disimpan / diteruskan dimanapun mereka dibutuhkan. Seperti gambar-gambar digital, beberapa salinan data gambar selalu identik.

Selain preview gambar segera dan ketersediaan keuntungan dari DR atas film yang mencakup jangkauan dinamis yang lebih luas yang membuatnya lebih pemaaf untuk eksposur atas dan bawah serta kemampuan untuk menerapkan teknik pemrosesan citra khusus yang meningkatkan tampilan keseluruhan gambar.

Keuntungan lainnya termasuk efisiensi waktu melalui proses kimia melewati dan pengurangan biaya terkait dengan proses, mengelola dan menyimpan film. Radiasi juga kurang dapat digunakan untuk menghasilkan gambar kontras mirip dengan radiografi konvensional. Akibatnya waktu paparan yang dipersingkat dari menit ke detik belaka.
DirectRay, untuk produksi gambar radiografi yang akan ditampilkan secara elektronik, ditransfer, dan disimpan. Sistem Direct Radiography (DR) adalah system baru pada pesawat rontgen digital yang berkembang saat ini dimana image atau gambar hasil expose dari objek radiografi diubah kedalam format digital secara real time dengan menggunakan sensor berupa flat panel atau Charge Coupled Devices (CCD), jadi tak perlu menggunakan cassette reader untuk mendapatkan gambar secara digital.

Dalam digital subtraction angiography, pemeriksaan diawali dengan membuat citra fluoroskopi digital pada daerah yang dimaksud, kemudian disimpan dalam komputer. Kontras media kemudian disuntikkan, dan dibuat citra kedua yang selanjutnya melalui program komputer disubstraksi dengan citra pertama.

C-Arm

Apa Itu C Arm Radiography Fluoroscopy?

C Arm adalah salah satu alat radiologi yang biasanya digunakan dalam proses operasi. Mesin ini cukup besar serta memiliki bentuk seperti huruf C. Alat radiologi ini digunakan untuk melihat gambar atau objek dari pasien yang dilihat langsung dengan cara fluoroskopi dengan bantuan layar monitor. Alat ini memiliki fungsi utama yaitu menunjang proses pelayanan medis pada penanganan penyakit organ dalam, tulang, dan tindakan operasi.

Kenapa Menggunakan C Arm Radiography Fluoroscopy?

Dalam beberapa hal, alat ini memiliki keunggulan yang luar biasa. Dengan menggunakan alat ini, letak benda atau objek pemeriksaan di dalam tubuh dapat dengan mudah dideteksi dan dilihat langsung. Uniknya lagi, teknologi C-Arm ini mampu menampilkan objek secara tiga dimensi, sehingga dapat dilihat dengan lebih jelas dan utuh dari berbagai sisi dan posisi.

Kecanggihan dari alat ini adalah mampu meminimalkan kesalahan dalam memprediksi letak objek, diagnosa, dan tindakan medis lainnya. Alat ini juga dapat memperlihatkan proses pelaksanaan tindakan medis dan operasi tulang atau bagian dalam organ tubuh manusia lainnya secara real time sehingga proses operasi dan tindakan medis yang dilakukan dapat berjalan dengan mudah, akurat, aman, dan nyaman.

Sistem C-Arm dapat digunakan untuk melakukan dua jenis pemeriksaan yaitu radiografi dan flouroskopi. Namun, alat ini lebih diutamakan untuk digunakan untuk melakukan tindakan foto rontgen pada pasien yang mobilitasnya terbatas.

Kondisi yang membutuhkan tindakan ini antara lain:

  • Kajian angiografi atau gangguan dan tingkat kerusakan pembuluh darah yang terjadi pada area tertentu di dalam tubuh;
  • Studi terapeutik;
  • Studi jantung;
  • Prosedur ortopedi.

Kapan Harus Melakukan C Arm Radiography Fluoroscopy?

Tindakan yang mungkin membutuhkan penggunaan alat ini antara lain:

  • Tindakan ortopedi. Apabila pasien mengalami patah tulang, maka sebelum operasi perbaikan tulang dilakukan fluoroskopi juga dapat digunakan untuk membantu dokter dalam memasang implan tulang pada posisi yang tepat.
  • Pemeriksaan gastrointestinal. Dalam prosedur ini, pasien diberikan pewarna kontras yang diminum untuk membantu pengamatan kerongkongan (esofagus), lambung, usus kecil, usus besar, anus, hati, kantung empedu, dan pankreas dalam proses mencerna makanan.
  • Prosedur kardiovaskular. Fluoroskopi digunakan untuk membantu prosedur tindakan pada jantung dan pembuluh darah, seperti tindakan untuk menghilangkan gumpalan yang menghambat aliran darah, angiografi jantung, atau pemasangan ring pada pembuluh darah.

Bagaimana Melakukan C Arm Radiography Fluoroscopy?

Sebelum menjalankan proses pemeriksaan dengan alat ini, ini hal yang perlu dipersiapkan  pasien sebelum menjalani fluoroskopi:

  • Memperbanyak minum air putih.
  • Melepas semua aksesori yang melekat di tubuh, seperti gelang, anting atau kalung, dan menyimpannya di tempat yang telah ditentukan.
  • Menggunakan pakaian khusus yang telah disiapkan oleh rumah sakit.
  • Untuk pemeriksaan di bagian perut, sebaiknya puasa sejak malam sebelum pemeriksaan.

Selain itu, sebelum pemeriksaan dimulai, dokter memberikan pewarna kontras. Bentuk pemberian zat ini bervariasi, tergantung dari area yang akan diamati, contohnya:

  • Oral atau diminum. Pemberian zat ini bertujuan untuk mengamati kondisi kerongkongan (esofagus) atau lambung. Zat ini dapat terasa tidak enak atau menimbulkan mual.
  • Enema. Zat pewarna dalam bentuk ini diberikan melalui anus. Efek samping berupa rasa tidak nyaman dan perut kembung.
  • Suntik. Zat pewarna tertentu disuntikkan ke dalam pembuluh darah sehingga membantu dokter dalam mengamati kondisi kandung empedu, saluran kemih, hati, dan pembuluh darah. Efek samping yang dirasakan pasien setelah disuntik dengan zat ini adalah tubuh terasa hangat dan seperti ada rasa logam di mulut.

Selama proses pemeriksaan, tidak ada rasa sakit yang timbul. Setelah dilakukan pemberian zat pewarna kontras, pasien diminta untuk merebahkan diri pada tempat tidur yang telah disediakan. Lalu, dokter meminta pasien untuk mengarahkan bagian tubuhnya yang diamati ke fluoroskopi, mengubah posisi, atau menahan napas selagi prosedur berlangsung.

Lamanya pelaksanaan fluoroskopi bergantung pada bagian tubuh yang diperiksa, serta apakah ada tindakan yang perlu dilakukan. Umumnya, pemeriksaan dengan fluoroskopi dilakukan sekitar 30 menit. Jika diperlukan pemeriksaan yang mendalam, seperti pada pemeriksaan usus kecil, maka waktu yang dibutuhkan menjadi lebih banyak yaitu sekitar 2-6 jam.

Pemeriksaan menggunakan alat ini bukan tanpa risiko. Akibat paparan sinar X, maka beberapa masalah kesehatan dapat muncul. Namun jika kamu berada cukup jauh dari tempat C-Arm tersebut atau jika berada di luar dari pembatas yang digunakan maka hal tersebut cenderung tidak berbahaya.

Selain itu, walaupun kamu berada dekat dengan C-Arm (misalnya kamu seorang operator), jika hanya terpapar radiasi 1 kali maka hal tersebut tidak menyebabkan masalah serius. Jika terpapar radiasi dalam jangka waktu yang lama, seseorang dapat menyebabkan beberapa keadaan seperti tumor, atau menyebabkan kualitas sperma menurun yang berdampak terjadinya kemandulan.

Di mana C Arm Radiography Fluoroscopy Dilakukan?
Alat radiologi ini bertujuan untuk melihat gambar atau obyek dari pasien dengan cara fluoroskopi sehingga hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Penggunaan alat ini juga dilakukan oleh dokter dan tenaga medis yang sudah berkompeten di bidangnya.

Mammografi

Mammografi adalah pemeriksaan foto dengan menggunakan dosis rendah sinar-X pada payudara yang dapat mendeteksi Kanker Payudara walaupun belum teraba benjolan pada payudara. Gambaran yang dihasilkan Mammografi (Mammogram) dapat melihat struktur bagian dalam jaringan payudara dengan jelas.

 

Kapan diperlukan Mammografi?

Mammografi disarankan bagi wanita berusia 40 tahun ke atas, setidaknya setahun sekali, khususnya bagi yang memiliki risiko terkena kanker payudara. Bagi wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, mammografi skrining dapat dilakukan sebelum usia 40 tahun.

Mammografi juga akan dilakukan ketika terjadi kelainan yang muncul pada payudara, seperti:

  • Muncul benjolan pada payudara.
  • Nyeri pada payudara.
  • Penebalan pada puting.
  • Keluar cairan pada puting.
  • Perubahan pada kulit payudara.

Bila terasa benjolan pada payudara atau kelainan payudara yang lain, Mammografi membantu Dokter apakah benjolan tersebut jinak atau ganas dan membantu menentukan lokasi pertumbuhan tumor. Yang lebih penting, mammografi dapat membantu menentukan terapi yang diperlukan selanjutnya

Apakah Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara?

Jika Kanker Payudara ditemukan lebih dini, kesempatan untuk sembuh dari kanker ini adalah sangat tinggi dan pengangkatan atau pembuangan terhadap payudara dapat jarang terjadi. Pada umumnya, tumor yang lebih kecil, lebih mudah diangkat seluruhnya tanpa harus mengangkat payudara seluruhnya (hanya tumornya saja)

Mengapa dipilih Mammografi?

Penelitian di Amerika, Swedia dan Inggris telah didapatkan bahwa Mammografi sangat berguna untuk deteksi kanker payudara terutama bila dikerjakan bersama-sama dengan pemeriksaan fisik penderita. Dengan Mammografi, kematian penderita akibat kanker payudara dapat diturunkan sebanyak 30%
Apakah Mammografi tersebut aman?

Radiasi yang didapat penderita pada foto Mammografi adalah sangat kecil, sehingga aman bagi penderita. Sampai saat ini, tidak ada metode lainnya yang lebih baik dari foto Mammografi untuk mendeteksi tumor payudara sebelum benjolan dapat dirasakan.

Bagaimana Cara Pemeriksaan Mammografi?

Bagaimana persiapan pemeriksaan Mammografi?

1.   Tidak perlu berpuasa sebelum Mammografi

2.  Tidak memmakai deodorant atau bedak pada ketiak sebelum pemeriksaan, karena akan mengganggu gambaran Mammografi dan menyerupai proses keganasan

Bagaimana prosedur pemeriksaan Mammografi?

Radiografer yang terlatih akan memandu anda. Anda akan diminta untuk melepas baju dan kemudian ditentukan posisi untuk foto payudara

1.    Foto dilakukan dua kali untuk setiap payudara, yaitu dari arah tengah ke tepi dan dari arah atas ke bawah.

 2.   Hasil Mammografi di interprestasikan oleh Dokter spesialis radiologi

Kapankah sebaiknya anda melakukan Mammografi?

Untuk memerangi kanker payudara, American Cancer Society memberikan rekomendasi sebagai berikut :

Pada wanita yang masih menstruasi ,Pemeriksaan mammografi dapat dilakukan pada hari ke 9-13 dihitung dari hari pertama menstruasi. 

Wanita usia 35 sampai 39 tahun

  o    Periksa payudara anda sendiri setiap bulan 2 - 3 hari setelah selesai menstruasi

  o    Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 3 tahun sekali

  o    Periksa Mammografi antara usia 35 - 39 tahun

Wanita usia 40 sampai 49 tahun

  o    Periksa payudara anda sendiri setiap bulan setelah selesai menstruasi

  o    Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 1 tahun sekali

  o    Periksa Mammografi setiap satu atau dua tahun sekali

Wanita usia 50 tahun keatas

  o    Periksa payudara anda sendiri setiap bulan setelah selesai menstruasi

  o    Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 1 tahun sekali

  o    Periksa Mammografi setiap tahun, bahkan meski tidak terasa gejala apapun pada payudara Anda

Mammografi direkomendasikan terutama untuk wanita dengan faktor resiko kanker payudara atau kanker yang lain (indung telur, leher rahim, rahim, usus besar), yaitu:

  o    Riwayat kanker payudara dalam keluarga

  o    Menstruasi pertama pada umur kurang dari 12 tahun

  o    Menopause setelah umur 55 tahun

  o    Melahirkan pertama kali setelah umur 30 tahun

  o    Pemakaian kontrasepsi pil

  o    Tidak pernah melahirkan atau menyusui

  o    Terapi pengganti hormon setelah menopause

  o    Mengkonsumsi alkohol dan merokok

  o    Kegemukan

  o    Kurang olah raga

RSUD RAA SOEWONDO PATI mempunyai pesawat DBT ( DIGITAL BREAST TOMOSYNTHESIS ) MAMMOGRAPHY Yaitu Pesawat mammografi yang sudah memakai sistem digital.

Keunggulan DBT Mammography adalah :

1.  Low Dose ( menggunakan dosis yang rendah tetapi bisa mendaatkan gambaran yang bagus).

2. Menggunakan system Digital Radiografi , sesaat setelah pasien dilakukan pemeriksaan gambar langsung tampak di layar monitor.

3.  Gambar yang dihasilkan bisa lebih bagus dari pada pesawat mammografi biasa dan lebih detail.

Alamat

Jl. Dr. Soesanto No. 114 Kecamatan Pati Kabupaten Pati Kodepos 59118

Jam Besuk

  • Pagi 11:00 - 13:00 WIB
  • Sore 17:00 - 19:00 WIB

Catatan :
Anak usia dibawah 14 tahun tidak diperkenankan masuk kedalam ruang perawatan. Terima kasih.

Layanan Pengaduan

+6285878787812

Social Media