Luka Bakar Jangan Diolesi Odol, Ini Alasannya

Oleh : Admin | Pada : Selasa, 05 Januari 2016 | Dibaca : 893 kali

Kulit yang terkena luka bakar biasanya terasa panas dan seperti orang melepuh sehingga menimbulkan rasa tak nyaman di badan. Masyarakat awam seringkali mengobati luka bakar dengan mengoleskan odol, margarin atau minyak. Padahal hal tersebut tak diperbolehkan, karena itu bukanlah pilihan yang benar.

"Untuk luka bakar ringan, pertolongan pertamanya yaitu diguyur air yang mengalir dari kran selama 30-40 menit. Jangan diberi odol, tepung, kecap, mentega. Paling bagus diberi es," jelas dr Vera Ikasari, SpBP, spelialis bedah plastik dari RSU Bunda, saat ditemui dalam acara Media Gathering Peluncuran Wound Care, di RSU Bunda, Menteng, Jakarta, Jumat (22/11/2013).

Menurut dr Vera, pasta gigi tak bisa meringankan luka bakar. Berbagai kandungan zat di dalamnya, seperti pemutih dan pewarna, justru malah bisa memperparah luka dan memicu timbulkan infeksi.

Mengolesi pasta gigi atau mentega pada luka bakar juga bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh, yang akhirnya menghambat proses penyembuhan.

Cara terbaik untuk pertolongan pertama pada luka bakar ringan adalah mengguyurnya dengan air mengalir atau air es. Guyuran air kran atau es yang mengalir dimaksudkan agar suhu air selalu konstan, tidak mengikuti suhu tubuh. Tujuannya, agar panas tidak masuk dan menjalar ke jaringan yang lebih dalam.

"Karena biasanya proses luka bakar belum selesai. Kalau sekarang tersiram air panas, melepuh tapi dibiarkan, besok lepuhnya akan semakin lebar. Itu karena proses luka bakarnya terus terjadi. Nah, air mengalir atau es ini fungsinya untuk menghentikan panas dan luka bakarnya tidak semakin parah," tutupnya.

Sumber: detik health